Title : "Belongs To You (Part 1)"
Author : Reny (@1206dpe)
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Kim Yoonhae
- Other cast
Part 2
Part 3
~00~~00~~00~
"Sirheo! (Aku tidak mau)" kata seorang laki-laki muda sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Ayolah Kyu...omma & appa sudah lelah memilihkan gadis yang cocok untukmu." kata seorang wanita separuh baya pada laki-laki itu.
"Kalau begitu berhentilah melakukan itu omma. Aku juga lelah menuruti keinginan omma & appa. Aku tidak mau dijodoh-jodohkan seperti ini."
"Apa kau tidak ingin menikah?" tanya seorang lelaki separuh baya yang duduk di hadapannya itu.
"Tentu saja aku ingin appa tapi tidak begini caranya."
"Ayolah Kyu. Cobalah mengenal lebih dekat gadis-gadis yang sudah omma kenalkan padamu."
"Sirheo omma aku sudah punya yeojachingu."
"Mwo? Benarkah?" tanya orang tua Kyuhyun itu berbarengan.
"Kalau begitu minggu depan ajak dia kemari dan kenalkan pada appa dan omma."
"Haish! kenapa orang tuaku begitu menginginkan aku segera menikah? Aku masih ingin menyelesaikan kuliahku dan bekerja seperti laki-laki pada umumnya. Lagipula aku masih 21 tahun. Kenapa mereka tidak bisa memahamiku?" Kyuhyun berteriak-teriak sendiri di sudut sebuah cafe taman. Ia begitu frustasi menghadapi kedua orang tuanya yang selalu memaksanya segera menikah. Sudah 10 orang gadis yang dikenalkan padanya tapi tidak satupun yang menarik perhatian Kyuhyun. Dan baru saja omma dan appanya akan mengenalkannya lagi dengan gadis ke sebelas.
"Ya! Changmin-ah kenapa kau lama sekali?" kata Kyuhyun pada sahabatnya yang baru datang menghampirinya.
"Mian Kyu aku harus mengantar yeojachinguku dulu ke rumah bibinya."
"Haish! Semua gadis sama saja. Apa mereka tidak bisa melakukan semua sendiri? Manja sekali mereka."
"Aigoo waeirae Kyu? Kenapa tiba-tiba kau memanggilku lalu marah-marah begini?"
Kyuhyun meneguk minumannya. Sejenak ia meredakan sedikit emosinya yang sempat memuncak.
"Changmin-ah carikan aku yeojachingu."
"Uhuk...uhukk...MWO?" Changmin yang sedang memakan kue milik Kyuhyun langsung tersedak mendengar kata-kata Kyuhyun.
"Ya! Kau kenapa Changmin-ah? Igeo minumlah." Kyuhyun menyodorkan minumannya untuk Changmin dan langsung ditelan habis olehnya.
"Mworago Kyu? Bisa kau ulangi kata-katamu tadi." kata Changmin setelah ia cukup tenang.
"Carikan aku yeojachingu."
"Kau...kesepian?"
"Mwoya? Tentu saja tidak."
"Lalu?"
"Kau tahu kan orang tuaku selalu mencarikan gadis untukku dan mendesakku untuk segera menikah."
"Lalu..."
"Aku bilang pada mereka aku tidak ingin dijodohkan karena aku sudah memiliki yeojachingu."
"Lalu apa hubungannya denganku?"
"Kubilang tadi carikan aku yeojachingu Shim Changmin!"
"Ya Cho Kyuhyun kau tidak perlu berteriak begitu!"
"Ahh mian...aku sedang frustasi. Aku harus mendapatkan yeojachingu dalam satu minggu dan mengenalkannya pada orang tuaku kalau aku tidak ingin dijodohkan. Kau bisa bantu aku?"
"Kenapa tidak kau pilih saja satu dari sekian banyak gadis yang mengejarmu?"
"Sirheo. Mereka semua sama saja. Mereka hanya melihatku dari wajah dan harta orang tuaku saja."
"Hahaha kau percaya diri sekali Cho Kyuhyun."
"Itu kenyataannya. Mereka tidak ada yang tulus mencintaiku."
"Geurae. Kalau begitu kau ingin gadis yang seperti apa?" tanya Changmin sambil mengeluarkan pensil dan kertas dari tas ranselnya.
Pletak...
"Yak! Cho Kyuhyun kenapa kau memukul kepalaku?" kata Changmin sambil mengelus-elus kepalanya.
"Apa perlu kau catat begitu huh? Aku memintamu mencarikanku yeojachingu bukan menyuruhmu berbelanja Shim Changmin."
Changmin memasukkan kembali kertas dan pensil ke dalam tasnya dengan wajah cemberut.
"Dengarkan aku. Yang paling penting adalah dia bukan gadis matre yang mau mencari keuntungan dariku dan dia juga tidak boleh jatuh cinta padaku."
***
Di taman belakang Kyunghee University tampak seorang laki-laki dan dua orang gadis sedang berbincang-bincang. Entah apa yang mereka obrolkan tapi sepertinya itu adalah sesuatu yang penting.
"Kalian harus ingat itu, arasseo?"
"Arasseo. Secepatnya kami akan mendapatkannya."
"Gomawo." laki-laki itu lalu pergi meninggalkan dua gadis yang kini sedang berbisik-bisik.
"Kira-kira kau tahu tidak untuk apa dia meminta kita untuk mencari seorang gadis yang tidak mata duitan?"
"Nado molla (aku juga tidak tahu). Bukankah Changmin juga sudah punya yeojachingu?"
"Ya dan kupikir dia sangat mencintai yeojachingunya."
"Ya sudahlah. Untuk apa kita pikirkan itu. Eh lima menit lagi mata kuliah Lee Seongsaengnim akan dimulai. Kajja..aku tidak ingin kena semburannya lagi."
"Nae..kajja."
***
[2 hari kemudian..]
"Kyu, neo jigeum eoddiya (kau ada dimana sekarang)?"
"....."
"Arasseo...tunggu aku disana aku bawa yang kau mau."
"Kajja." kata Changmin sambil menggandeng tangan seorang gadis.
"Ya! Sebenarnya mau kau bawa kemana aku?" tanya gadis yang sedang bersama Changmin itu.
"Nanti juga kau akan tahu."
"Kau tidak berencana untuk menculikku kan? Aku akan berteriak kalau kau macam-macam padaku."
"Mwo?" Changmin menghentikan langkahnya lalu melihat gadis itu.
"Dengar, aku sudah punya yeojachingu jadi berhenti berpikiran kalau aku akan melakukan hal-hal aneh padamu karena itu tidak akan terjadi." Changmin melanjutkan langkahnya lagi.
"Lalu kenapa kau memintaku untuk ikut denganmu?"
"Diamlah. Sebentar lagi kau akan tahu."
"Eh kau tidak bermaksud membunuhku kan? Kenapa kau mengajakku ke atap kampus?"
Changmin tidak menghiraukan ocehan gadis itu. Ia tetap melangkah sambil menggandeng tangan gadis itu. Langkahnya terhenti ketika dijumpainya seorang laki-laki berdiri membelakangi mereka dengan tangan terlipat di depan dada.
"Kyu."
Kyuhyun membalikkan badannya.
"Eo waesseo?"
"Ehm."
Kyuhyun lalu melirik ke gadis yang sedang bersama sahabatnya itu.
"Jadi dia yeojachinguku?"
"MWO?" seketika mata gadis itu membelalak lebar.
"Yeo..yeojachingu? Sejak kapan aku jadi yeojachingumu huh?"
Gadis itu lalu melepaskan tangan Changmin yang masih memegang pergelangan tangannya dan menatap laki-laki yang berdiri disampingnya itu lekat-lekat.
"Ya! Shim Changmin-ssi bisa kau jelaskan padaku ada apa ini? Kenapa temanmu bilang aku adalah yeojachingunya?"
"Kyu kau yang jelaskan semuanya. Aku sudah membantumu mendapatkan seorang gadis yang kau inginkan dan tugasku selesai. Aku pergi dulu."
"Ya! Shim Changmin-ssi mau kemana kau? Ya!" gadis itu berteriak memanggil Changmin yang kini sudah pergi meninggallkan mereka berdua di atap.
"Duduklah." kata Kyuhyun.
Gadis itu melirik Kyuhyun dengan wajah masam lalu duduk di depannya.
"Kau mau apa?" tanyanya ketus.
"Kau harus membantuku."
"Membantumu? Haha kau lucu sekali. Kenal saja tidak tiba-tiba saja kau menyuruh temanmu membawaku kesini lalu kau meminta bantuanku. Kalau kau memang butuh bantuanku kenapa bukan kau sendiri yang menemuiku?"
"Sudah selesai?"
"Eh apanya?"
"Bicaramu."
Gadis itu mendengus kesal.
"Begini. Aku mau kau jadi yeojachinguku."
"Mworago?"
"Tidak dengar?"
"Tentu saja dengar kau pikir aku tuli?"
"Lalu kenapa kau masih bertanya?"
"Dengar ya, aku tidak mengenalmu dan kau juga tidak mengenalku lalu bagaimana mungkin kau memintaku menjadi yeojachingumu? Haha kau ini lucu sekali."
"Kau berisik sekali."
"Mwoya?" gadis itu membelalakkan matanya.
"Orang tuaku mau menjodohkanku dengan gadis pilihan mereka dan memintaku segera menikah."
"Lalu apa urusannya denganku?"
"Itu semua tidak akan terjadi kalau aku memiliki yeojachingu."
"....."
Gadis di depan Kyuhyun itu hanya mengedip-ngedipkan matanya. Ia mencoba mencerna kata-kata Kyuhyun.
"Mereka ingin mengenal yeojachinguku. Kalau aku tidak mengenalkannya pada orang tuaku maka mereka akan menjodohkanku."
"Maksudmu kau minta aku jadi yeojachingumu? Begitu? Sirheo!"
"Hanya pura-pura."
"Eh.."
"Aku hanya minta kau berpura-pura menjadi yeojachinguku agar orang tuaku berhenti menjodohkanku dengan gadis-gadis bodoh itu."
"Kau tidak menjebakku kan?"
"Ya! Apa wajahku tampak seperti seorang penipu?"
Gadis itu menggeleng pelan.
"Lalu...apa yang harus kulakukan?"
"Hari Sabtu nanti kau akan kukenalkan kepada orang tuaku."
"Orang tuamu?"
"Tentu saja."
"Itu saja? Ehm sepertinya mudah."
"Tapi sebelum itu aku harus melakukan sesuatu dulu padamu." lalu Kyuhyun berdiri dan menghampiri gadis itu.
"Ya! Mau apa kau?" gadis itu mulai ketakukan.
"Ikut aku." Kyuhyun menggandeng tangan gadis itu mengajaknya pergi.
"Ya! Hei! Aduh! Siapa namamu? Lepaskan aku! Aku masih ada kuliah terakhir! Ya!"
Kyuhyun tidak menghiraukan teriakan gadis itu. Ia berjalan ke parkiran masih menggandeng tangan gadis lalu membukakan pintu mobil untuk gadis itu dan menyuruhnya masuk. Kyuhyun segera masuk dari pintu lainnya lalu melesat pergi.
"Ya! Hentikan mobilnya!"
"....."
"Kau mau membawaku kemana huh?"
"....."
"Ya! Kau dengar tidak? Kubilang hentikan mobilnya!"
"Diam! Kau merusak konsentrasiku."
"Hentikan mobilnya atau aku akan berteriak."
Ciiiitt...
"Auw! Ya! Kau bisa menyetir mobil tidak sih? Kau ingin membunuhku huh?" kata gadis itu sambil mengusap keningnya yang terbentur daskboard.
Chu~
Tiba-tiba Kyuhyun meraih tengkuk gadis itu dengan tangan kanannya lalu menciumnya. Tubuh gadis itu membeku seketika.
Kyuhyun menginjak pedal gasnya lagi sedangkan gadis itu masih terdiam seperti patung.
"Itu...itu ciuman pertamaku. Kau merebut ciuman pertamaku. Kau jahat! Hentikan mobilnya aku harus pulang!" gadis itu memukul-mukul lengan kanan Kyuhyun.
"Ya! Hentikan! Kau ingin kita berdua celaka huh?"
Gadis itu tak lagi memukuli lengan Kyuhyun tapi kemudian ia menutup wajahnya dan menangis.
"Hiks..hiks..."
"Ya..ya...jangan menangis." Kyuhyun kebingungan karena melihat gadis itu menangis.
"Hiks...apa salahku sampai aku harus bertemu setan seperti dia?"
"Ya! Siapa yang kau sebut setan huh?"
"Kau! Tentu saja kau setan bodoh!"
"Mwo? Kau..."
"Aku mohon biarkan aku pulang." suara gadis itu melemah sambil menahan tangisnya.
Tak lama kemudian mobil Kyuhyun berhenti di depan sebuah butik.
"Aku tidak bermaksud menyakitimu." kata Kyuhyun.
"Lalu apa maksudmu membawaku kabur seperti ini? Hiks..."
"Jangan menangis. Aku benci melihat seorang gadis menangis."
"Kau yang membuatku menangis."
"Aku hanya ingin membawamu kesini." kata Kyuhyun sambil melihat kearah luar. Gadis itu mengikuti arah pandang Kyuhyun.
"Butik? Untuk apa kau mengajakku kesini? Aku sedang tidak ingin membeli baju."
"Aku yang akan membelikanmu. Kajja." Kyuhyun lalu keluar dari mobil. Gadis itu pun keluar dari mobil lalu mengikuti Kyuhyun dengan tatapan bingung.
"Selamat datang Tuan Cho. Selamat datang nona ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pramuniaga butik itu.
"Carikan nona ini baju dan sepatu yang pantas untuknya."
"Baik Tuan. Mari nona ikut saya."
Gadis itu menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh tanya yang dijawab Kyuhyun hanya dengan sebuah anggukan kecil.
Beberapa pramuniaga toko terlihat sibuk memilihkan baju dan sepatu untuk gadis itu dan gadis itu pun tengah sibuk mencoba baju dan sepatu yang telah dipilihkan pramuniaga butik untuknya. Sedangkan Kyuhyun, ia sibuk dengan PSPnya.
"Hei...kenapa kau membelikanku baju dan sepatu sebanyak ini? Aku tidak butuh semua ini."
"Kau akan membutuhkannya."
"Aku tidak suka pakaian-pakaian ini. Membuatku tidak nyaman. Dan sepatu ini...aigoo itu bisa membuat kakiku terkilir saat memakainya."
"Sudahlah kau menurut saja padaku."
"Ya sudah terserah kau saja. Sekarang aku mau pulang."
"Tidak. Kita harus pergi ke satu tempat lagi." Kyuhyun lagi-lagi menggandeng tangan gadis itu dan berjalan cepat membuat gadis itu kesulitan membawa tas belanjanya yang banyak.
"Ya! Kau mau membawaku kemana lagi?"
"Aku tidak mau! Jangan potong rambutku!"
Beberapa orang hair stylis kini tengah berusaha memotong rambut gadis itu.
"Ya! Aku bilang aku tidak mau! Hei kau, bilang pada mereka berhenti mengacak-acak rambutku."
Kyuhyun yang mendengar keributan itu tidak menghiraukannya dan masih asyik dengan PSPnya.
"Hei kau! Jangan main PSP terus! Bantu aku."
Kyuhyun mendengus kesal lalu mengantongi PSPnya dan menghampiri gadis itu. Didekatkannya wajahnya ke wajah gadis itu membuat gadis itu memundurkun sedikit kepalanya.
"Kau ingin kucium lagi?"
"Sirheo!" kata gadis itu sambil menutup bibirnya.
"Kalau begitu diamlah dan turuti mereka." dan Kyuhyun pun pergi.
***
"Sebenarnya untuk apa kau melakukan semua ini padaku?"
"Aku sedang mempersiapkanmu untuk menjadi yeojachinguku."
"Maksudmu?"
"Tidak mungkin kau berpakaian seperti itu saat kerumahku nanti."
"Apa maksudmu? Ada yang salah dengan pakaianku?"
"Bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin membuat orang tuaku menyukaimu saat kalian bertemu nanti."
"Hufff mimpi apa aku semalam sampai aku bertemu kau hari ini."
"Berikan ponselmu."
"Untuk apa?"
"Berikan saja."
Gadis itu lalu menyerahkan ponselnya pada Kyuhyun. Kyuhyun memencet sebuah nomor sedetik kemudian ponselnya berbunyi.
"Itu nomorku dan akan kusimpan nomormu. Ingat, saat aku menghubungimu kau tidak boleh menunggunya sampai dering kedua. Aku tidak suka menunggu. Dan saat kuminta untuk datang kepadaku kau harus segera datang. Arasseo?"
"Ya! Aturan macam apa itu?"
"Itu aturanku. Mau tidak mau kau harus mematuhinya."
"Geurae. Aku juga punya aturan untukmu."
"Mwondae (Apa itu)?"
"Pertama kau tidak boleh menyentuhku."
"Itu sulit."
"Kedua kau tidak boleh menciumku."
"Kuusahakan."
"Haish!"
"Ketiga?"
"Ketiga kau tidak boleh jatuh cinta padaku."
"Mwo? Huahahahahahaha."
"Kenapa kau malah tertawa?"
"Kau pikir aku suka gadis sepertimu? Kau selalu membentakku. Kau selalu berkata kasar padaku. Kau pikir laki-laki mana yang akan jatuh cinta pada gadis seperti itu?"
"Kau pikir gadis mana yang mau jadi yeojachingumu huh? Kau kasar. Kau egois. Mau menang sendiri. Sama sekali bukan tipe lelaki idaman."
"Kau.." Kyuhyun mulai geram.
"Mwo? Memang itu kenyataannya."
"Arrrggh...sudah aku tidak ingin bertengkar denganmu." kata Kyuhyun.
"Ya! Mau kemana kau?" tanya Kyuhyun saat gadis itu bangkit dari tempat duduknya.
"Pulang." katanya sambil melangkah pergi.
"Hei siapa namamu?" teriak Kyuhyun.
"Kim Yoon Hae." jawab gadis itu dari kejauhan.
***
"Bagaimana? Apakah pilihanku cocok?"
"Changmin-ah kau ingin membunuhku atau apa huh? Bisa-bisanya kau membawa gadis mengerikan seperti dia."
"Hahahaha...mengerikan?"
"Iya mengerikan. Dia selalu berteriak padaku. Dia tidak pernah bersikap manis. Dan dia sulit untuk diatur. Haish..kau membuatku semakin frustasi Changmin-ah."
"Hahahaha mian mian tapi aku yakin atas pilihanku."
"Kenapa kau seyakin itu?"
"Karena dia tidak akan jatuh cinta padamu. Kau lihat saja gadis-gadis yang memujamu, dia berbeda bukan? Dia gadis yang polos, sederhana dan tangguh."
Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Kau yakin?"
"Tentu saja yakin. Bahkan mengenalmu saja dia tidak."
"Jadi apa rencanamu selanjutnya tentang gadis itu Kyu?" lanjut Changmin.
"Masih ada 4 hari lagi. Aku akan berusaha mengenalnya. Aku tidak ingin orang tuaku tahu kalau sebenarnya aku hanya pura-pura berpacaran dengannya."
"Ehm semoga kalian berhasil."
"Ah itu dia."
"Siapa?" tanya Changmin sambil mengikuti arah pandang Kyuhyun.
"Aku pergi dulu." kata Kyuhyun lalu mengambil tasnya dan berlari kecil.
"Ehm..hati-hati."
Din.. Din..
"Hei."
Langkah Yoonhae terhenti. Lalu ia menoleh ke samping kanan. Sebuah mobil yang sepertinya tidak asing baginya sedang mengikutinya.
"Hei kau...masuklah." lalu kaca mobil itu pun terbuka.
"Kau lagi."
"Masuklah."
"Aku mau pulang."
"Aku tahu. Masuklah."
Yoonhae menghentikan langkahnya. Kemudian menoleh kearah pengendara mobil itu.
"Ayo cepat masuk."
"Aku bisa pulang sendiri."
"Haish." laki-laki itu kehabisan kesabarannya. Ia turun dari mobil lalu menghampiri gadis itu dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
"Ya! Kau janji tidak akan menyentuhku kemarin."
"Aku tidak pernah bilang begitu." Kyuhyun menutup pintu mobilnya lalu segera berlari kearah pintu lainnya.
"Dimana rumahmu?"
"Kau janji tidak akan membawaku kabur seperti kemarin kan?"
"Aku tidak pernah membawamu kabur."
"Lalu yang kemarin itu apa? Kau membawaku pergi dengan paksa apa itu bukan membawa kabur namanya huh?"
"Aigoo kenapa kau berisik sekali huh? Katakan saja dimana alamatmu aku akan mengantarmu."
"Gomawo. Lain kali kau tidak perlu mengantarku."
Yoonhae turun dari mobil Kyuhyun lalu segera masuk ke apartemennya. Yoonhae baru saja akan menutup pintu apartemennya ketika dia sadari Kyuhyun mengikutinya.
"Ya! Kau mau apa?"
"Aku ingin masuk." katanya sambil membuka pintu lebar-lebar membuat Yoonhae yang memegang handle pintu sedikit terdorong ke belakang.
"Ya! Siapa yang mengijinkanmu masuk huh?"
Tanpa basa-basi Kyuhyun duduk disofa ruang tamu sambil mengamati sekelilingnya.
"Apartemenmu nyaman juga."
Yoonhae duduk di seberang Kyuhyun sambil melipat tangannya di depan dada dan terus menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh.
"Sebenarnya kau mau apa huh?"
"Aku hanya ingin ngobrol denganmu."
"Ngobrol? Tidak adakah hal lain yang bisa kau lakukan selain menggangguku?"
"Aku tidak mengganggumu."
"Kau menggangguku."
Kyuhyun terdiam sesaat kemudian ia melanjutkan lagi kata-katanya.
"Aku hanya ingin tahu sedikit saja tentang dirimu."
"Untuk apa?"
"Hei jangan lupa kau itu yeohachinguku dan aku namjachingumu. Apa kata orang tuaku nanti kalo mereka tahu kita sebenarnya tidak saling mengenal?"
"Ahh itu maksudmu."
"Tentu saja. Kau pikir aku punya maksud lain?"
"Geurae. Apa yang ingin kau tahu tentang aku?"
"Ceritakan tentang dirimu."
***
[The Day...]
"Kau sudah siap?"
"Ehm." gadis itu mengangguk. "Haish! Baju dan sepatu ini menyiksa sekali."
Kyuhyun tidak menghiraukan perkataan gadis itu. Dia berjalan menuju mobilnya dan menunggu gadis itu masuk kemudian melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya.
"Annyeonghaseyo Tuan Cho, Nyonya Cho. Kim Yoonhae imnida."
"Oh ini yeojachingumu Kyu?"
"Nae omma."
"Aigoo kau cantik sekali nak. Ayo masuk. Kami sudah menunggumu."
Tanpa aba-aba Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Yoonhae. Sontak Yoonhae melotot ke arahnya dan berusaha melepaskan tangan Kyuhyun di pinggangnya.
"Cho Kyuhyun jangan macam-macam padaku." hardiknya pelan.
"Kau ingin penyamaran kita terbongkar huh?"
"Haish! Awas kau. Akan kubuat perhitungan denganmu nanti."
"Ayo duduk disini Yoonhae-ah."
"Ah ye Nyonya Cho kamsahamnida."
Mereka kini sedang berada di meja makan yang cukup besar yang diatasnya sudah tersedia berbagai macam masakan dari berbagai negara. Mereka tidak hanya berempat. Selain orang tua Kyuhyun, Kyuhyun dan Yoonhae disitu juga ada Cho Ahra, kakak Kyuhyun yang tinggal di luar negeri yang kebetulan sekarang dia sedang berada di Korea.
"Ahh sepertinya kakiku bengkak." kata Yoonhae sambil memijat kakinya.
"Ini semua gara-gara kau Cho Kyuhyun." Yoonhae memijit pelan kaki kanannya.
"Ya! Mau apa kau?"
Tiba-tiba saja Kyuhyun membuka pintu mobil di tempat Yoonhae duduk lalu membungkukkan badannya. Dia membopong Yoonhae keluar dari mobilnya dan membawanya masuk ke apartemen Yoonhae.
"Ya! Cho Kyuhyun turunkan aku! Sudah kubilang jangan menyentuhku!"
Kyuhyun lalu mendudukkan Yoonhae di sofa.
"Tunggu disini."
"Kau mau apa?"
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Yoonhae. Ia berjalan menuju dapur mengambil baskom lalu mengambil air dingin di kulkas.
"Kau punya handuk kecil?"
"Ada di laci lemari bajuku."
Lalu Kyuhyun masuk ke kamar Yoonhae dan keluar dengan membawa handuk kecil di tangannya. Ia kembali ke dapur mengambil baskom berisi air dingin lalu mendekati Yoonhae.
"Ya! Apa yang kau lakukan?"
"Diamlah."
Kyuhyun mengangkat kaki Yoonhae dan meletakkan dipangkuannya. Diambilnya handuk kecil dan dicelupkannya kedalam air dingin lalu dikompreskannya ke kaki Yoonhae yang bengkak sambil memberinya sedikit pijatan.
-Yoonhae P.O.V-
Apa yang dilakukan laki-laki ini? Kenapa dia mau melakukan ini? Seorang Cho Kyuhyun mau melakukan itu untuk seorang gadis yang tidak begitu dikenalnya. Mengherankan sekali. Yang kutahu dia tidak pernah bersikap manis pada seorang wanita.
Deg...
Jantungku berdetak semakin kencang ketika dia memijit kakiku. Tuhanku, apa ini? Tidak! Aku tidak boleh menyukainya.
"Sudah hentikan. Kakiku sudah baik-baik saja." aku menyingkirkan kakiku dari pangkuannya.
"Kau yakin?"
"Ehm. Auww!"
Baru saja aku bangun dari dudukku tapi keseimbanganku tidak terjaga karena kaki kananku tidak bisa kujadikan tumpuan. Dan aku hampir saja terjatuh kalau saja Kyuhyun tidak menangkapku.
"Gwaenchana?"
Aku mengangkat kepalaku melihatnya tapi...wajahnya begitu dekat denganku.
"Se...sepertinya kakiku terkilir." jawabku gugup. Aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba segugup ini.
"Jinjja? Coba aku lihat."
Kyuhyun berlutut di depanku lalu mengurut kaki kananku.
"Argh!"
"Appo?"
"Ehm." kataku sambil menahan sakit.
"Argh! Kyuhyun appo!"
"Kau harus ke Rumah Sakit."
"Tidak perlu. Kurasa ini tidak parah."
"Bagaimana kalau pembuluh darahmu pecah karena terkilir tadi huh?"
"Hahaha kau berlebihan Cho Kyuhyun. Ini hanya terkilir sedikit."
"Terserah kau sajalah."
Aku mencoba bangkit dari dudukku.
"Ya! Kau mau kemana?"
"Aku haus. Aku hanya ingin mengambil air minum."
"Duduklah disini. Biar aku ambilkan."
Aku menurut. Aku duduk kembali di sofa dan membiarkannya mengambilkan air minum untukku.
"Gomawo." kataku ketika Kyuhyun kembali dengan segelas air di tangannya.
"Kau tidak pulang? Orang tuamu pasti menunggumu di rumah."
"Apa kau akan baik-baik saja?"
"Gwaenchana. Kau pulanglah. Terima kasih sudah mengantarku pulang & merawat kakiku."
"Ehm. Aku pulang."
-Yoonhae P.O.V End-
***
"Jadi bagaimana pertemuan kalian semalam?"
"Lancar. Kurasa appa dan ommaku tidak sadar kalau aku sedang membohonginya. Hahaha..." Kyuhyun mengeluarkan evil smirk andalannya.
"Jinjja? Wah kau hebat Kyu. Lalu setelah ini?"
"Apa maksudmu setelah ini?"
"Bagaimana hubunganmu dengan Yoonhae setelah ini? Hahh untuk urusan percintaan kau memang bodoh."
"Ya! Hati-hati ucapanmu Shim Changmin."
Changmin mendengus.
"Lalu bagaimana kalian berdua setelah ini?"
"Tidak ada. Kami sudah berakhir. Yang penting aku sudah mengenalkannya pada orang tuaku dan aku sudah terbebas dari kutukan perjodohan bodoh itu. Hahahahaha."
"Hei jangan tertawa puas dulu Kyuhyun-ssi. Bagaimana kalau ternyata kedua orang tuamu menyukai Yoonhae dan ingin kalian menikah?"
"MWO?"
~00~~00~~00~

Terlalu cepet critanya, ehm... harusnya ada alasan kuat kenapa yoonhae setuju untuk bantuin kyu hehe...
ReplyDelete