Title
: “Belongs To You (Part 2)”
Author
: Reny (@1206dpe)
Cast
:
-
Cho Kyuhyun
-
Kim Yoonhae
~00~~00~~00~
(Yoonhae
P.O.V)
Akhir-akhir
ini aku begitu sibuk. Hampir semua seongsaengnimku memberiku tugas untuk
membuat paper. 1 paper untuk 1 mata kuliah dan semester ini aku mengambil 10
mata kuliah. Huff...sungguh minggu yang melelahkan.
"Yoonhae-ah
kau mau pulang sekarang?" tanya sahabatku Park Chaerim.
"Aniyo.
Aku mau ke perpustakaan sebentar Chaerim-ah ada buku yang harus kupinjam. Kau
pulanglah dulu."
"Geurae
aku pulang dulu Yoonhae-ah. Annyeong."
"Nae..annyeong."
Kubereskan
buku-bukuku lalu segera menuju perpustakaan. Tak banyak orang di perpustakaan,
ya karena ini sudah jam 4 sore dan sebagian besar mahasiswa sudah banyak yang
pulang.
Aku
mengambil beberapa buku yang kubutuhkan lalu segera meletakkannya di sebuah
meja di sudut perpustakaan. Kubuka laptopku lalu mulai mengetik beberapa hal
penting yang kudapat dari buku-buku itu yang mungkin kubutuhkan untuk paperku.
Drrt..
Drrt...
Ponselku
bergetar. Sebuah panggilan masuk dari....Cho Kyuhyun.
"Yeobseo."
kataku sambil dengan suara pelan.
"Yoonhae-ah
neo jigeum oddieya? (Yoonhae-ah kau dimana sekarang?)"
"Aku
diperpustakaan. Wae?"
"Cepat
datang ke apartemenku sekarang."
"Mwo?
Sudah kubilang aku sedang diperpustakaan. Aku sedang sibuk."
"Apa
kau lupa perjanjian kita? Kau datang sekarang atau kau akan terima akibatnya
nanti."
"Aigoo
arasseo arasseo."
Huhh
sejak mengenal laki-laki itu satu bulab yang lalu hidupku tidak pernah tenang.
Selalu saja dia muncul disaat yang tidak tepat. Saat aku sedang belajar untuk
ujian, saat aku sedang mengerjakan tugas atau kadang saat aku sedang ada mata
kuliah. Dan mau tidak mau aku harus menurutinya karena kalau tidak dia akan
mengatakan pada semua orang bahwa aku adalah yeojachingunya. Ya, aku memang yeojachingunya
tapi itu hanya di depan orang tuanya. Aku tidak ingin orang lain tahu aku dekat
dengannya karena aku yakin nyawaku bisa terancam karenanya. Kenapa? Gadis-gadis
yang mengejar-ngejar Kyuhyun pasti akan menelanku hidup-hidup kalau tahu aku
dekat dengan pujaan hatinya.
"Ada
apa kau memanggilku?" tanyaku ketika aku sudah berada di apartemen
Kyuhyun.
"Gawat!
Yoonhae-ah!"
"Gawat?
Apanya yang gawat?"
"Orang
tuaku ingin bertemu dengan orang tuamu."
"MWOYA??"
(Yoonhae
P.O.V End)
***
(Yoonhae
P.O.V)
Aku
dan Kyuhyun sedang dalam perjalanan menuju Busan. Kami akan mengunjungi orang
tuaku yang tinggal disana.
"Kyuhyun-ah
kenapa semuanya jadi begini?"
"...."
"Aku
kira aku hanya akan menjadi yeojachingumu selama satu hari saja."
"...."
"Kenapa
sekarang harus melibatkan kedua orang tuaku?"
"...."
"Ini
semua gara-gara kau. Kau yang melibatkanku dalam masalahmu. Kau membuatku
menanggung beban yang tidak seharusnya kutanggung. Ya! Kenapa kau diam saja?
Kyuhyun-ah..."
Tidak
ada jawaban. Aku menoleh kearahnya lalu kubuka kacamata hitam yang bertengger
di hidung mancungnya.
"Ya!
Cho Kyuhyun! Bangun kau! Jadi dari tadi aku bicara padamu kau malah tidur? Ya!
Cho Kyuhyun!"
Kulihat
beberapa mata melihat kearahku.
"Jeoseonghabnida...jeoseonghabnida.."
Huff..aku
mendengus kesal. Lagi-lagi gara-gara laki-laki ini aku mendapat masalah.
Pesawat
sudah mendarat tapi Kyuhyun masih belum bangun juga.
"Ya.
Cho Kyuhyun bangun." aku mengguncang-guncangkan badannya.
"Kita
sudah sampai. Ayo bangun setan bodoh."
"Siapa
yang kau panggil setan bodoh?" katanya sambil menggeliat.
"Siapa
lagi kalau bukan kau. Ppali Kajja." aku segera keluar dari pesawat bersama
Kyuhyun.
"Apa
yang harus kukatakan pada orang tuaku nanti Kyu?"
"Kau
tenang saja biar aku yang menjelaskan semuanya."
"Jadi
kau putra keluarga Cho?"
"Ye
Tuan Kim. Cho Kyuhyun imnida (Namaku Cho Kyuhyun)."
"Hmm..apa
kau mencintai putriku?"
"Ye
Tuan Kim aku sangat mencintai putri anda."
Aku
terkejut mendengar jawabannya. Kuinjak kakinya kirinya tapi dia malah menoleh
ke arahku lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Mwo?
Dasar bodoh! Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya? Kenapa kau malah
bilang kau mencintaku? Dasar kau benar-benar setan bodoh!"
(Yoonhae
P.O.V end)
(Author
P.O.V)
"Ya!
Cho Kyuhyun, kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja pada orang
tuaku?"
"Mengatakan
kalau kita hanya berpura-pura pacaran? Lalu meminta mereka untuk bersekongkol
dengan kita membohongi orang tuaku? Kau kira mereka bisa menerima itu? Tidak
akan Nona Kim. Kalau mereka tahu yang sebenarnya mereka pasti akan mengatakan
yang sebenarnya juga pada orang tuaku dan tamatlah riwayatku."
"Ohh
jadi begitu? Kau hanya memikirkan dirimu saja. Kau tidak memikirkan bagaimana
perasaan orang tuaku? Perasaanku? Kau egois!"
"Ya!
Kim Yoonhae..."
"Apa?
Mau menyangkal? Kau memang egois! Kau tidak pernah memikirkan orang lain
disekitarmu. Aku benci kau! Ahjussi tolong hentikan mobilnya!"
"Mau
apa kau? Tetap jalan ahjussi." Kyuhyun menahan tangan Yoonhae yang hendak
membuka pintu taksi yang mereka tumpangi.
"Ahjussi
tolong hentikan mobilnya sekarang."
"Ye..ye..agassi."
Sopir
taksi itu menghentikan mobil yang mereka tumpangi di taman kota yang kebetulan
kami lewati. Yoonhae keluar dari taksi dengan terburu meninggalkan Kyuhyun yang
masih berada di dalam taksi.
"Ya!
Kim Yoonhae mau kemana kau?"
Kyuhyun
keluar dari taksi setelah ia membayarnya lalu mencari Yoonhae yang berlari
entah kemana. Ditemukannya gadis itu ditepi kolam teratai yang ada ditengah
taman kota itu. Dia sedang duduk di bangku taman dan...bahunya bergerak naik-
turun. Apakah ia menangis?
(Author
P.O.V)
(Kyuhyun
P.O.V)
"Haish!
Dimana dia? Yoonhae-ah...! Kim Yoonhae...!"
Aku
sudah hampir mengelilingi taman ini tapi gadis itu tidak juga kutemukan. Putus
asa. Aku duduk di bangku taman yang ada di tepi kolam teratai. Kuatur nafasku
yang sedikit terengah-engah karena berlari tadi. Saat aku melihat sekitar
kulihat ada seorang gadis yang duduk sendirian di bangku yang tidak jauh
dariku. Kupicingkan mataku agar dapat melihat lebih jelas. Ahh itu dia. Gadis
yang sedang kucari. Perlahan aku mendekatinya. Tapi....dia terisak. Dia
menangis. Apakah aku sudah menyakitinya?
"Yoonhae-ah..."
"Pergi."
jawabnya masih sambil terisak.
"Yoonhae-ah...
Apa aku menyakitimu?"
"Aku
bilang pergi. Aku ingin sendiri."
"Mianhae
Yoonhae-ah." tanpa sadar tangan kananku sudah memegang bahunya.
(Kyuhyun
P.O.V end)
(Yoonhae
P.O.V)
Hatiku
sakit. Memang dari awal aku tahu kalau semua yang aku dan Kyuhyun jalani ini
semata-mata untuk kepentingannya sendiri. Aku hanya dijadikan boneka baginya
itu pun aku tahu. Tapi entah kenapa saat ini aku merasakan nyeri yang teramat
di dadaku menyadari bahwa dia, laki-laki itu, sama sekali tidak memikirkan aku.
Perasaanku.
"Yoonhae-ah..."
entah sejak kapan dia berdiri di belakangku.
"Pergi."
"Yoonhae-ah...
Apa aku menyakitimu?"
"Aku
bilang pergi. Aku ingin sendiri."
"Mianhae
Yoonhae-ah." aku merasakan sebuah tangan menyentuh bahuku. Mianhae? Ini
pertama kalinya aku mendengar Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu.
"Tinggalkan
aku. Aku ingin sendiri."
Tiba-tiba
Kyuhyun berlutut di hadapanku. Dia menatapku yang masih tertunduk dan menangis.
Mau apa dia?
"Yoonhae-ah
mian kalau aku memaksamu untuk masuk ke dalam permasalahanku. Aku tidak
bermaksud untuk mempermainkanmu."
"Dari
awal aku tahu ini semua hanya untuk melindungimu dari perjodohan orang tuamu.
Aku tahu aku hanya boneka bagimu. Kau memanfaatkanku untuk kepentinganmu
sendiri. Kupikir ini hanya untuk sebentar saja. Tapi ternyata aku salah. Ini tidak sesederhana
yang kupikirkan. Sekarang semuanya jadi lebih rumit setelah orang tuaku tahu.
Dan bodohnya aku yang tidak bisa melakukan apa-apa selain menurutimu Tuan Cho
Kyuhyun." aku mengeluarkan semua emosiku.
Aku
terkejut. Tiba-tiba saja Kyuhyun memelukku.
"Ya!
Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" aku memberontak berusaha melepaskan
pelukannya. Tapi dia pelukannya terlalu kuat untuk kulepaskan.
"Mianhae
Yoonhae-ah. Aku tahu ini semua salahku. Mianhae..."
Aku
terdiam. Sejenak kubiarkan dia memelukku. Dan entah kenapa darah di dalam
tubuhku tiba-tiba berdesir merasakan hangat tubuh laki-laki ini.
"Aku
janji aku akan mengembalikan kehidupanmu." bisiknya sambil membelai rambut
hitamku.
Kata-kata
itu aku tidak tahu apa maksudnya tapi itu cukup mampu menghapus sedikit rasa
nyeri di dadaku.
***
Malam
ini orang tuaku datang kerumah Kyuhyun. Entah kenapa aku merasa gugup. Mereka
sedang berbincang-bincang di ruang tamu sedangkan aku dan Kyuhyun berada di
taman belakang. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat ini. Semoga
mereka tidak membicarakan yang aneh-aneh tentangku.
"Kyuhyun-ah
apa kau tahu kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa mereka lama
sekali?"
"Molla."
jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP kesayangannya.
Aku
memandang langit Seoul yang malam itu sangat indah.
"Kau
suka bintang?"
"Mwo?"
"Apa
kau suka bintang?"
"Tidak."
"Kyuhyun-ah
Yoonhae-ah ayo masuk." Nyonya Cho tiba-tiba muncul dan meminta kami untuk
bergabung dengan para orang tua.
"Duduklah."
kata Tuan Cho setiba kami di ruang tamu.
Kami
menurut. Tanpa banyak basa-basi aku duduk di sebelah omma dan Kyuhyun duduk
berhadapan denganku di sebelah Nyonya Cho.
"Baiklah
tidak perlu berlama-lama lagi." Tuan Cho, ayah Kyuhyun, memulai
pembicaraan. "Kami memutuskan akan menikahkan kalian minggu depan."
(Kyuhyun
& Yoonhae) "MWO??"
"Tapi
appa..." kata Kyuhyun.
"Apa
lagi yang kalian tunggu? Kalian saling mencintai kan?"
"Aniyo."
kata Kyuhyun.
"Apa?
Jadi kalian tidak benar-benar berpacaran?"
"Bukan...bukan
seperti itu tapi..." aku membuka suara.
"Kami
belum lulus kuliah appa." lanjut Kyuhun.
"Itu
bukan masalah. Tidak ada kampus yang melarang mahasiswanya untuk menikah.
"Keundae
appa... (tapi ayah...)"
"Semua
sudah diputuskan. Kalian akan menikah minggu depan."
(Yoonhae
P.O.V end)
***
(Author
P.O.V)
Hari
pernikahan Kyuhyun dan Yoonhae semakin dekat. Kedua orang tua mereka sibuk
menyiapkan segala sesuatunya. Sangat
mudah untuk keluarga Cho mendapatkan semuanya dalam waktu yang singkat. Gedung dan catering sudah
dipesan. Undangan sudah disebar. Namun baju pengantin dan cincin pernikahan
mereka belum juga siap.
"Kyu
apakah baju pengantin & cincin pernikahan kalian sudah siap?" tanya
Nyonya Cho.
"Ani."
jawab putranya santai sambil tetap memainkan PSPnya.
"Mwo?
Pernikahan kalian tinggal 3 hari lagi dan kalian belum menyiapkan baju
pengantin dan cincin pernikahan? Igae mwoya Kyu?"
"Aku
malas eomma. Eomma sajalah yang membeli baju pengantin dan cincinnya."
"Mwoya?
Mana bisa begitu? Yang mau menikah itu kau Kyu bukan eomma."
"Tapi
eomma yang memaksaku menikah."
"Haish
kau ini keras kepala sekali."
Nyonya
Cho mengeluarkan ponsel dari tasnya.
"Yeobseo."
"Oh
yeobseo Nyonya Cho."
"Ani...ani...ani...panggil
aku eomma Yoonhae-ah. Mulai hari ini kau harus memanggilku eomma. Arachi?"
"Ah
ye....eomma."
"Ahh
johta. Aku punya dua putri sekarang. Hahaha... Ah ya Yoonhae-ah apa kau sibuk
hari ini?"
"Aniyo
eomma. Kuliahku sudah selesai. Waeyo?"
"Geudaeyo?
Keureom sebentar lagi Kyuhyun akan menjemputmu."
"Mwo?
Aku menjemputnya? Sirheo eomma."
"Sst..diamlah
Kyu. Tunggulah sebentar Yoonhae-ah. Kyuhyun akan segera menjemputmu."
"Ah
ye eomma."
Nyonya
Cho memasukkan lagi ponselnya ke dalam tasnya.
"Cepat
berangkat sekarang juga ke kampusmu. Jemput calon istrimu lalu pergilah mencari
gaun pengantin dan cincin. Ingat malam ini juga semuanya harus sudah
siap." kata Nyonya Cho sambil merebut PSP yang sejak tadi dimainkan
putranya itu.
"Ya
eomma PSPku."
"Akan
eomma kembalikan kalau kau sudah mendapatkan baju pengantin & cincin
kalian."
"Haish!!"
Kyuhyun mengacak-acak rambutnya lalu segera pergi meninggalkan eommanya yang
sedang menunjukkan evil smilenya.
"Changmin-ah
neo eoddiya? (Changmin-ah kau dimana?)" kata Kyuhyun tanpa mengalihkan
pandangannya dari jalan dan tetap fokus mengemudi.
"Aku
dirumah. Weirae Kyu? (Ada apa Kyu?)"
"Gantikan
aku menjemput Yoonhae. Lalu bawa dia ke ke bridal butik untuk memilih gaun
pengantin. Setelah itu ajak dia pergi ke toko perhiasan langganan keluargaku
dan pilihkan cincin pernikahan untuk kami. Semua kuserahkan padamu. Kau tahu
ukuran bajuku dan kurasa jari kita sama besarnya."
Klik.
"Mwo?
Ya! Kyuhyun kenapa harus aku? Kyu? Yeobseo...yeobseo Kyu. Ya! Cho Kyuhyun!!
Haish! Jinjja!"
Laki-laki
itu terlihat begitu frustasi setelah menerima telepon dari sahabatnya. Ia
mencoba menghubungi kembali sahabatnya itu. Tapi nihil. Nomor itu tidak bisa
dihubungi.
"Ya!
Cho Kyuhyun ini pernikahanmu kenapa aku yang harus mengurus semua itu??"
Laki-laki
itu berteriak sendiri di dalam kamarnya.
"Changmin-ah
weirae??" seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda
tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar laki-laki itu.
"Aniyo
eomma. Aku harus pergi sekarang." kata laki-laki itu sambil mengambil
jaket yang tergantung di belakang pintu kamarnya lalu pergi.
"Changmin-ah
kau mau kemana?"
"Aku
akan segera pulang eomma." katanya dari jauh.
Sementara
itu Yoonhae masih belum meninggalkan kampusnya meskipun kelasnya selesai satu
jam yang lalu. Dia sedang menunggu laki-laki yang saat ini tidak ingin dia
temui. Ya sejak kejadian di Busan beberapa hari yang lalu Yoonhae sedikit
menghindari Kyuhyun. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau Nyonya Cho
mengirimkan laki-laki itu untuk menjemputnya. Lagi-lagi Yoonhae hanya bisa
mengikuti permainan.
"Haish!
Lama sekali setan bodoh itu menjemputku? Kalau bukan Nyonya Cho yang menyuruhku
untuk menunggu setan itu menjemputku aku tidak sudi menunggunya seperti
ini."
Din..
Din..
Sebuah
mobil hitam berhenti tepat di depan Yoonhae membutnya mengernyitkan alis.
"Mobil
siapa ini?" Yoonhae mencoba melihat siapa pengemudi mobil itu. Lalu kaca
mobil itu terbuka.
"Yoonhae-ah
masuklah."
"Eo
Changmin-ah. Ani. Aku sedang menunggu Kyuhyun."
"Kyuhyun
tidak bisa menjemputmu. Dia menyuruhku menggantikannya. Ayo masuklah."
"Eo..begitukah?"
"Nae..ayo
masuklah." Yoonhae pun masuk ke dalam mobil Changmin.
"Kyuhyun
tidak bisa menjemputmu..."
"Baguslah.
Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya."
"Eo?
Wae? Kalian bertengkar?"
Yoonhae
terdiam.
"Kalian
seperti sepasang kekasih saja." kata Changmin sambil tersenyum.
"Apa
maksudmu?"
"Ani.
Kalian berdua cocok."
"Mworago?"
"Hihihi...Yoonhae-ah
kau yakin akan menikah dengan Kyuhyun?"
"Menurutmu?
Apa aku punya pilihan lain? Gara-gara kau aku harus menikah dengan setan bodoh
itu."
"Mwo?
Naega wae? (Apa? Kenapa aku?)"
"Tentu
saja gara-gara kau. Kalau waktu itu kau tidak membawaku menemui dia hidupku
pasti tidak akan begini."
"Jadi
kau menyalahkanku? Aku juga tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini."
"Huff...sudahlah
untuk saat ini aku memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku yakin akan ada
jalan keluarnya nanti."
Changmin
terdiam.
"Mau
kemana kita?"
"Kyuhyun
memintaku untuk menemanimu mencari baju pengantin dan cincin untuk kalian
berdua."
"Mwo?
Kenapa bukan dia sendiri yang pergi?"
"Nado
molla. Kyuhyun hanya bilang begitu padaku."
[3
hari kemudian...]
(Author
P.O.V)
"Cho
Kyuhyun apakah kau bersedia menerima Kim Yoonhae sebagai istrimu. Mencintainya
dalam keadaan suka dan duka?"
"Aku
bersedia."
"Kim
Yoonhae apakah kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu. Mencintainya
dalam keadaan suka dan duka?"
"Aku..bersedia."
"Sekarang
kalian berdua telah resmi menjadi suami istri. Cho Kyuhyun kau boleh mencium
istrimu sekarang."
(Author
P.O.V end)
(Yoonhae
P.O.V)
Hari
ini adalah hari pernikahan kami. Benar-benar bukan pernikahan impianku meskipun
pernikahan ini begitu mewah. Hari ini aku akan mengucapkan janji nikah di
altar, di depan Pendeta, di depan keluarga kami dan undangan dan di depan
Tuhan. Maafkan aku Tuhan aku tidak bermaksud mempermainkan kesucian sebuah
ikatan pernikahan tapi aku terpaksa menjalani ini.
"Kim
Yoonhae apakah kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu. Mencintainya
dalam keadaan suka dan duka?" aku tersentak karena mendengar namaku
disebut.
"A..aku..bersedia."
"Sekarang
kalian berdua telah resmi menjadi suami istri. Cho Kyuhyun kau boleh mencium
istrimu sekarang." kata Pendeta.
"Mwo?
Cium? Bodohnya aku. Aku lupa kalau sepasang pengantin harus berciuman setelah
mereka mengucap janji nikah mereka. Dan itu artinya..."
Kyuhyun
menoleh kepadaku lalu ia memegang kedua lenganku dan menghadapkanku padanya.
"Cho
Kyuhyun kau akan mati kalau kau berani menciumku." gertakku dengan suara
sangat pelan.
"Kita
lakukan saja atau semua orang akan curiga pada kita." katanya dengan suara
yg pelan juga.
"Haish!"
aku hanya bisa mengutuknya dalam hati. Kyuhyun menangkupkan tangannya diwajahku
lalu mengangkat daguku mendekatkan wajahnya padaku. Semakin dekat dan dekat.
Aku memejamkan mataku ketika kurasa hidungnya telah menyentuh hidungku. Kututup
bibirku rapat-rapat ketika bibirnya menyapu bibirku. Satu detik...dua
detik...tiga detik... Bibir laki-laki ini lembut. Dan ciumannya juga sangat
lembut. Ahh...apa yang kau pikirkan Yoonhae-ah? Ingatlah, laki-laki yang
berdiri di depanmu dengan tuxedo putih itu telah mengacaukan hidupmu. Segera
kulepas ciumannya dan sedikit menjauh darinya. Kudengar suara tepuk tangan yang
riuh dari orang-orang yang ada di gereja ini. Semua berdiri memandang aku dan
Kyuhyun yang berada di altar. Mereka semua tersenyum bahagia. Tidak tahukah
mereka bahwa mereka bahagia di atas penderitaanku?
***
-Yoonhae P.O.V-
Mulai hari ini aku akan tinggal di rumah Kyuhyun. Ya. Aku memang
telah resmi menjadi istri seorang Cho Kyuhyun dan itu sama sekali tidak pernah
kubayangkan.
"Aigoo mimpi apa aku sampai-sampai aku harus menjadi istrimu
Cho Kyuhyun?"
"Kau pikir aku mau jadi suamimu?"
"Lalu kenapa kau menikahiku?!"
"Itu...itu..."
"Lihat, kau tidak bisa menjawab kan? Ya, jangan-jangan
sebenarnya kau mencintaiku? Katakan saja Cho Kyuhyun."
"Mwo? Aku mencintaimu? Jangan bermimpi Kim Yoonhae. Aku menikahimu karena itu keinginan orang tua
kita. Aku bisa saja menolak pernikahan ini sama seperti ketika aku menolak
perjodohan-perjodohan itu dulu."
"Lalu kenapa kau tidak menolaknya dan malah membiarkanku
terlibat dalam masalahmu seperti ini?"
Kyuhyun terdiam. Ia lalu duduk di sofa yang ada di dekat kami.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu."
"Hahh kau benar-benar menyusahkanku Cho Kyuhyun."
Aku frustasi menyadari kenyataan bahwa aku akan hidup bersama
setan bodoh yang baru saja kukenal. Kuambil segelas air dari kulkas untuk
membasahi kerongkonganku yang terasa kering.
"Ah matta. (Ah benar)."
Aku segera menghampiri Kyuhyun yang sedang tiduran di sofa di
ruang tamu.
"Cho Kyuhyun bangun kau." aku memanggil nama laki-laki
itu.
Tidak ada respon.
"Cho Kyuhyun bangun kau!" aku menggoyang-goyangkan
badannya.
"Haish! Aku lelah aku ingin tidur."
"Ada yang harus kita lakukan sebelum kau tidur."
"Mwondae? (Apa itu?) Jangan bilang kau mau melakukannya malam
ini. Besok saja Yoonhae-ah aku lelah, aku ngantuk."
PLETAK...
"Yak! Appo! Kenapa kau memukul kepalaku huh?" Kyuhyun
bangun dari tidurnya karena jitakanku yang kurasa cukup keras.
"Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal-hal aneh padaku
Cho Kyuhyun."
Kyuhyun mengusap-usap kepalanya yang kujitak tadi.
"Lalu kau mau apa?"
"Kita harus membuat perjanjian."
-Yoonhae P.O.V end-
***
-Author P.O.V-
Malam sudah semakin larut tapi Yoonhae belum juga bisa memejamkan
mata. Sedari tadi gadis itu hanya bergulang-guling di tempat tidurnya. Yoonhae
keluar kamar. Gadis itu berjalan melewati kamar Kyuhyun menuju ke balkon. Ya,
mereka berdua memang tidur terpisah sesuai perjanjian yang baru saja mereka
buat. Dibukanya pintu menuju balkon lalu ia duduk disana. Gadis itu membiarkan
angin malam Seoul yang cukup dingin menerpa tubuhnya yang hanya tertutup jaket
tipis. Ia termenung. Dia memikirkan tentang kehidupannya. Tentang masa
depannya. Dan tentang kebahagiaannya.
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Eh Kyu..kau terbangun?
Suara laki-laki itu mengagetkannya.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?"
laki-laki itu duduk disampingnya. Seketika itu juga Yoonhae merasakan tubuhnya
sedikit menghangat. Panas tubuh laki-laki itu tersalurkan ke tubuhnya lewat
lengan mereka yang tidak sengaja bersentuhan.
"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."
"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini.
Masuklah. Aku tak ingin kau sakit."
Apakah laki-laki itu mengkhawatirkannya?
"Aku tidak ingin repot karena harus mengurusmu kalau kau
sakit."
Ahh tidak. Laki-laki itu hanya tidak ingin dirinya direpotkan.
"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."
"Terserah kau sajalah."
Dan laki-laki itu pun pergi.
-Author P.O.V end-
-Kyuhyun P.O.V-
Aku menggeliat pelan. Udara malam ini cukup dingin. Aku menarik
selimutku lebih ke atas hingga menutup leherku. Tapi kemudian aku terbangun
lagi.
"Ahh aku haus."
Aku bangun dari tidurku hendak mengambil minum di dapur. Saat baru
keluar dari kamar aku merasakan hembusan angin yang cukup kencang dari arah
balkon. Pintu menuju balkon terbuka lebar? Seingatku aku sudah menutupnya
sebelum tidur tadi. Aku berjalan ke balkon hendak menutup pintu itu. Tapi
kulihat seseorang sedang duduk disana.
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Eh Kyu..kau terbangun?"
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" aku
duduk disamping Yoonhae. Tanpa sengaja lengan kananku bersentuhan dengan lengan
kirinya. Dingin. Kulitnya dingin. Mungkin itu karena angin malam yang cukup
dingin ini.
"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."
"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini.
Masuklah. Aku tak ingin kau sakit. Aku tidak ingin repot karena harus
mengurusmu kalau kau sakit."
Yoonhae tetap bergeming.
"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."
"Terserah kau sajalah."
-Kyuhyun P.O.V end-
-Yoonhae P.O.V-
Aku selalu membayangkan pernikahanku adalah sesuatu yang hanya
akan kujalani sekali seumur hidupku dengan laki-laki yang kucintai dan
mencintaiku. Tapi kenyataannya aku menikah dengan orang asing yang baru saja
kukenal dan pernikahan ini pun tanpa cinta. Huff...aku tidak pernah
membayangkan hidupku akan seperti ini. Dia benar-benar telah merusak segalanya.
Cho Kyuhyun telah merenggut impianku. Dia juga sudah merebut ciuman pertamaku.
Hiks... Tanpa kusadari air mataku jatuh menyusuri pipiku. Aku benci dia! Aku
benci Cho Kyuhyun!
"Apa yang kau lakukan disini?"
Segera kuhapus air mataku saat menyadari orang yang sedang ada
dipikiranku kini ada di belakangku.
"Eh Kyu..kau terbangun?
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" tanya
Kyuhyun sambil duduk disampingku. Lengan kami tidak sengaja bersentuhan dan
entah kenapa itu memberi sensasi tersendiri ditubuhku.
"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."
"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini.
Masuklah. Aku tak ingin kau sakit."
"....."
"Aku tidak ingin repot karena harus mengurusmu kalau kau
sakit."
"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."
"Terserah kau sajalah."
-Yoonhae P.O.V end-
***
-Author P.O.V-
"Hoaaamh." Kyuhyun baru saja bangun dari tidurnya.
Dengan wajah kusut dia keluar dari kamar menuju dapur. Diambilnya segelas air
untuk membasahi kerongkongannya.
"Ahh aku lapar." katanya sambil membuka kulkas. Kosong.
"Eh dimana Yoonhae?" Kyuhyun sepertinya tersadar kalau
dia sekarang sudah memiliki seorang istri. Meskipun dia hanya istri hitam
diatas putih. Dia berjalan ke kamar Yoonhae. Diputarnya knop pintu kamar itu.
Tidak dikunci. Kyuhyun melangkah masuk dengan perlahan. Gadis itu masih tidur
dengan pulasnya.
"Ya! Yoonhae-ah...aku lapar tapi tidak ada yang bisa kumakan
di kulkas." katanya sambil menarik-narik selimut yang menutupi tubuh gadis
itu. Dia hanya menggeliat.
"Ya! Istri macam apa kau? Lihat, suamimu sudah bangun dan kau
masih tidur dengan pulasnya."
"Aku bukan istrimu Cho Kyuhyun."
"Ya! Apa kau lupa kemarin kita mengucapkan janji nikah di
depan altar?"
"Di depan orang lain aku memang istrimu tapi di rumah aku
bukan istrimu apalagi pembantumu. Kau harus ingat perjanjian kita. Kau tidak
boleh menyuruhku melakukan ini-itu seolah-olah aku ini benar-benar
istrimu."
"Haish! Terserah kau sajalah."
Kyuhyun pun keluar dari kamar Yoonhae dengan wajah ditekuk. Dia
berjalan ke dapur dan membuat ramen sendiri untuk sarapannya.
"Yoonhae-ah apa rencanamu hari ini?" tanya Kyuhyun
disela-sela makannya pada Yoonhae yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Hari ini? Molla. Mungkin aku akan mengajak Chaerim pergi
saja."
"Kau mau pergi kemana dengan temanmu itu?"
"Kau tidak perlu tahu aku pergi kemana."
"Haish! Kau ini."
-Author P.O.V end-
-Yoonhae P.O.V-
Aku sedang menunggu sahabatku Chaerim di sebuah cafe. Sudah
seminggu ini aku tidak bertemu dengannya karena aku sibuk menyiapkan pernikahan
terkutuk ini..
"Chaerim-ah.." aku melambaikan tangan pada sahabatku
yang baru saja datang.
"Kyaaa Yoonhae-ah bogoshippo." Chaerim memelukku erat
saat kami bertemu.
"Nado bogoshippo Chaerim-ah. Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja Yoon-ah. Kau sendiri bagaimana? Ya,
ceritakan padaku bagaimana rasanya menjadi seorang istri."
"Tidak tahu. Aku tidak merasa aku ini seorang istri."
"Apa maksudmu Yoon-ah? Apa Kyuhyun mengacuhkanmu?"
"Aniyo. Aku yang mengacuhkannya."
"Mwo? Wae Yoon-ah bukankah dia suamimu?"
"Aku tidak merasa dia itu suamiku karena aku tidak pernah
menginginkannya."
"Tapi kalian tinggal bersama kan?"
"Nae. Kita tinggal bersama di apartemen Kyuhyun tapi itu
hanya untuk menyenangkan hati kedua orang tua kami. Kau tahu kan mereka sangat
menginginkan pernikahan ini? Tapi tidak denganku. Hahh...entah kenapa nasibku
jadi begini."
"Sabarlah Yoon-ah...mungkin kau dan Kyuhyun memang berjodoh
sebenarnya."
"Ya! Mworago Chaerim-ah? (Apa yang kau bilang Chaerim-ah?)
Berjodoh dengannya? Aku harap tidak. Dia hanya bisa merusak hidupku."
"Kau jangan terlalu membencinya begitu Yoon-ah. Kau pernah dengar kan kalau
benci yang terlalu besar nantinya akan berubah menjadi cinta."
"Ahh sirheo. Jinjja sirheo. Sudahlah jangan bicarakan ini
lagi. Lagipula pernikahanku juga akan segera berakhir."
"Mwo? Apa maksudmu Yoon-ah?"
"Aku dan Kyuhyun sepakat akan bercerai setelah 3 bulan. Dan
setelah itu hidupku akan kembali normal." aku tersenyum membayangkan
hidupku yang akan segera kudapatkan lagi.
-Yoonhae P.O.V End-
-Author P.O.V-
"Ya! Mati kau! Mati kau! Ya!" teriak Kyuhyun .
"Aigoo! Omo! Omo!" kata Changmin.
Mereka berdua sedang asyik bermain game terbaru di apartemen
Changmin.
"Yaaaa! Hahahahaha..." Kyuhyun tertawa puas atas
kemenangannya.
"Haisshh!! Lain kali aku akan mengalahkanmu Kyu." kata
Changmin dengan wajah frustasi. Kyuhyun telah mengalahkannya 7 kali hari ini.
"Coba saja. Kau sudah beberapa kali mengatakan hal itu tapi
kau tidak pernah membuktikannya padaku."
"Tunggu saja."
Changmin beranjak dari depan televisi lalu mengambil minum di
dapur.
"Ngomong-ngomong kau tidak pulang Kyu?"
"Kau mengusirku?"
"Aniyo. Bukan itu maksudku. Kau punya istri sekarang jadi
tidak seharusnya kau berada dirumahku seharian sementara istrimu menunggumu di
rumah."
"Kau tak perlu mengajariku. Aku tahu apa yang aku lakukan.
Lagipula Yoonhae juga tidak ada di rumah."
"Oh...kemana dia?"
"Entahlah."
"Mwo? Kau tidak tahu istrimu pergi kemana? Aigoo..."
"Sebentar lagi dia tidak lagi menjadi istriku."
"Mworago?"
"Kami akan bercerai 3 bulan lagi."
"Mwo?"
-Author P.O.V-
~00~~00~~00~

Berharap banget kyuhyun ngeluarin jurus romantisnya, eh cm dikit2. Nanggung nih neng author, I need more... yg bs bikin senyum2 geje gt lho :D
ReplyDelete