July 12, 2012

Belongs To You (Part 2)



Title : “Belongs To You (Part 2)”

Author : Reny (@1206dpe)

Cast :

- Cho Kyuhyun

- Kim Yoonhae

- Other cast


Part 1
Part 3


~00~~00~~00~


(Yoonhae P.O.V)



Akhir-akhir ini aku begitu sibuk. Hampir semua seongsaengnimku memberiku tugas untuk membuat paper. 1 paper untuk 1 mata kuliah dan semester ini aku mengambil 10 mata kuliah. Huff...sungguh minggu yang melelahkan.

"Yoonhae-ah kau mau pulang sekarang?" tanya sahabatku Park Chaerim.

"Aniyo. Aku mau ke perpustakaan sebentar Chaerim-ah ada buku yang harus kupinjam. Kau pulanglah dulu."

"Geurae aku pulang dulu Yoonhae-ah. Annyeong."

"Nae..annyeong."

Kubereskan buku-bukuku lalu segera menuju perpustakaan. Tak banyak orang di perpustakaan, ya karena ini sudah jam 4 sore dan sebagian besar mahasiswa sudah banyak yang pulang.

Aku mengambil beberapa buku yang kubutuhkan lalu segera meletakkannya di sebuah meja di sudut perpustakaan. Kubuka laptopku lalu mulai mengetik beberapa hal penting yang kudapat dari buku-buku itu yang mungkin kubutuhkan untuk paperku.

Drrt.. Drrt...

Ponselku bergetar. Sebuah panggilan masuk dari....Cho Kyuhyun.

"Yeobseo." kataku sambil dengan suara pelan.

"Yoonhae-ah neo jigeum oddieya? (Yoonhae-ah kau dimana sekarang?)"

"Aku diperpustakaan. Wae?"

"Cepat datang ke apartemenku sekarang."

"Mwo? Sudah kubilang aku sedang diperpustakaan. Aku sedang sibuk."

"Apa kau lupa perjanjian kita? Kau datang sekarang atau kau akan terima akibatnya nanti."

"Aigoo arasseo arasseo."

Huhh sejak mengenal laki-laki itu satu bulab yang lalu hidupku tidak pernah tenang. Selalu saja dia muncul disaat yang tidak tepat. Saat aku sedang belajar untuk ujian, saat aku sedang mengerjakan tugas atau kadang saat aku sedang ada mata kuliah. Dan mau tidak mau aku harus menurutinya karena kalau tidak dia akan mengatakan pada semua orang bahwa aku adalah yeojachingunya. Ya, aku memang yeojachingunya tapi itu hanya di depan orang tuanya. Aku tidak ingin orang lain tahu aku dekat dengannya karena aku yakin nyawaku bisa terancam karenanya. Kenapa? Gadis-gadis yang mengejar-ngejar Kyuhyun pasti akan menelanku hidup-hidup kalau tahu aku dekat dengan pujaan hatinya.



"Ada apa kau memanggilku?" tanyaku ketika aku sudah berada di apartemen Kyuhyun.

"Gawat! Yoonhae-ah!"

"Gawat? Apanya yang gawat?"

"Orang tuaku ingin bertemu dengan orang tuamu."

"MWOYA??"



(Yoonhae P.O.V End)



***



(Yoonhae P.O.V)



Aku dan Kyuhyun sedang dalam perjalanan menuju Busan. Kami akan mengunjungi orang tuaku yang tinggal disana.

"Kyuhyun-ah kenapa semuanya jadi begini?"

"...."

"Aku kira aku hanya akan menjadi yeojachingumu selama satu hari saja."

"...."

"Kenapa sekarang harus melibatkan kedua orang tuaku?"

"...."

"Ini semua gara-gara kau. Kau yang melibatkanku dalam masalahmu. Kau membuatku menanggung beban yang tidak seharusnya kutanggung. Ya! Kenapa kau diam saja? Kyuhyun-ah..."

Tidak ada jawaban. Aku menoleh kearahnya lalu kubuka kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

"Ya! Cho Kyuhyun! Bangun kau! Jadi dari tadi aku bicara padamu kau malah tidur? Ya! Cho Kyuhyun!"

Kulihat beberapa mata melihat kearahku.

"Jeoseonghabnida...jeoseonghabnida.."

Huff..aku mendengus kesal. Lagi-lagi gara-gara laki-laki ini aku mendapat masalah.



Pesawat sudah mendarat tapi Kyuhyun masih belum bangun juga.

"Ya. Cho Kyuhyun bangun." aku mengguncang-guncangkan badannya.

"Kita sudah sampai. Ayo bangun setan bodoh."

"Siapa yang kau panggil setan bodoh?" katanya sambil menggeliat.

"Siapa lagi kalau bukan kau. Ppali Kajja." aku segera keluar dari pesawat bersama Kyuhyun.

"Apa yang harus kukatakan pada orang tuaku nanti Kyu?"

"Kau tenang saja biar aku yang menjelaskan semuanya."



"Jadi kau putra keluarga Cho?"

"Ye Tuan Kim. Cho Kyuhyun imnida (Namaku Cho Kyuhyun)."

"Hmm..apa kau mencintai putriku?"

"Ye Tuan Kim aku sangat mencintai putri anda."

Aku terkejut mendengar jawabannya. Kuinjak kakinya kirinya tapi dia malah menoleh ke arahku lalu mengedipkan sebelah matanya.

"Mwo? Dasar bodoh! Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya? Kenapa kau malah bilang kau mencintaku? Dasar kau benar-benar setan bodoh!"



(Yoonhae P.O.V end)



(Author P.O.V)



"Ya! Cho Kyuhyun, kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja pada orang tuaku?"

"Mengatakan kalau kita hanya berpura-pura pacaran? Lalu meminta mereka untuk bersekongkol dengan kita membohongi orang tuaku? Kau kira mereka bisa menerima itu? Tidak akan Nona Kim. Kalau mereka tahu yang sebenarnya mereka pasti akan mengatakan yang sebenarnya juga pada orang tuaku dan tamatlah riwayatku."

"Ohh jadi begitu? Kau hanya memikirkan dirimu saja. Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan orang tuaku? Perasaanku? Kau egois!"

"Ya! Kim Yoonhae..."

"Apa? Mau menyangkal? Kau memang egois! Kau tidak pernah memikirkan orang lain disekitarmu. Aku benci kau! Ahjussi tolong hentikan mobilnya!"

"Mau apa kau? Tetap jalan ahjussi." Kyuhyun menahan tangan Yoonhae yang hendak membuka pintu taksi yang mereka tumpangi.

"Ahjussi tolong hentikan mobilnya sekarang."

"Ye..ye..agassi."

Sopir taksi itu menghentikan mobil yang mereka tumpangi di taman kota yang kebetulan kami lewati. Yoonhae keluar dari taksi dengan terburu meninggalkan Kyuhyun yang masih berada di dalam taksi.

"Ya! Kim Yoonhae mau kemana kau?"

Kyuhyun keluar dari taksi setelah ia membayarnya lalu mencari Yoonhae yang berlari entah kemana. Ditemukannya gadis itu ditepi kolam teratai yang ada ditengah taman kota itu. Dia sedang duduk di bangku taman dan...bahunya bergerak naik- turun. Apakah ia menangis?



(Author P.O.V)



(Kyuhyun P.O.V)



"Haish! Dimana dia? Yoonhae-ah...! Kim Yoonhae...!"

Aku sudah hampir mengelilingi taman ini tapi gadis itu tidak juga kutemukan. Putus asa. Aku duduk di bangku taman yang ada di tepi kolam teratai. Kuatur nafasku yang sedikit terengah-engah karena berlari tadi. Saat aku melihat sekitar kulihat ada seorang gadis yang duduk sendirian di bangku yang tidak jauh dariku. Kupicingkan mataku agar dapat melihat lebih jelas. Ahh itu dia. Gadis yang sedang kucari. Perlahan aku mendekatinya. Tapi....dia terisak. Dia menangis. Apakah aku sudah menyakitinya?

"Yoonhae-ah..."

"Pergi." jawabnya masih sambil terisak.

"Yoonhae-ah... Apa aku menyakitimu?"

"Aku bilang pergi. Aku ingin sendiri."

"Mianhae Yoonhae-ah." tanpa sadar tangan kananku sudah memegang bahunya.



(Kyuhyun P.O.V end)



(Yoonhae P.O.V)



Hatiku sakit. Memang dari awal aku tahu kalau semua yang aku dan Kyuhyun jalani ini semata-mata untuk kepentingannya sendiri. Aku hanya dijadikan boneka baginya itu pun aku tahu. Tapi entah kenapa saat ini aku merasakan nyeri yang teramat di dadaku menyadari bahwa dia, laki-laki itu, sama sekali tidak memikirkan aku. Perasaanku.

"Yoonhae-ah..." entah sejak kapan dia berdiri di belakangku.

"Pergi."

"Yoonhae-ah... Apa aku menyakitimu?"

"Aku bilang pergi. Aku ingin sendiri."

"Mianhae Yoonhae-ah." aku merasakan sebuah tangan menyentuh bahuku. Mianhae? Ini pertama kalinya aku mendengar Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu.

"Tinggalkan aku. Aku ingin sendiri."

Tiba-tiba Kyuhyun berlutut di hadapanku. Dia menatapku yang masih tertunduk dan menangis. Mau apa dia?

"Yoonhae-ah mian kalau aku memaksamu untuk masuk ke dalam permasalahanku. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu."

"Dari awal aku tahu ini semua hanya untuk melindungimu dari perjodohan orang tuamu. Aku tahu aku hanya boneka bagimu. Kau memanfaatkanku untuk kepentinganmu sendiri. Kupikir ini hanya untuk sebentar saja. Tapi  ternyata aku salah. Ini tidak sesederhana yang kupikirkan. Sekarang semuanya jadi lebih rumit setelah orang tuaku tahu. Dan bodohnya aku yang tidak bisa melakukan apa-apa selain menurutimu Tuan Cho Kyuhyun." aku mengeluarkan semua emosiku.

Aku terkejut. Tiba-tiba saja Kyuhyun memelukku.

"Ya! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" aku memberontak berusaha melepaskan pelukannya. Tapi dia pelukannya terlalu kuat untuk kulepaskan.

"Mianhae Yoonhae-ah. Aku tahu ini semua salahku. Mianhae..."

Aku terdiam. Sejenak kubiarkan dia memelukku. Dan entah kenapa darah di dalam tubuhku tiba-tiba berdesir merasakan hangat tubuh laki-laki ini.

"Aku janji aku akan mengembalikan kehidupanmu." bisiknya sambil membelai rambut hitamku.

Kata-kata itu aku tidak tahu apa maksudnya tapi itu cukup mampu menghapus sedikit rasa nyeri di dadaku.



***



Malam ini orang tuaku datang kerumah Kyuhyun. Entah kenapa aku merasa gugup. Mereka sedang berbincang-bincang di ruang tamu sedangkan aku dan Kyuhyun berada di taman belakang. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat ini. Semoga mereka tidak membicarakan yang aneh-aneh tentangku.

"Kyuhyun-ah apa kau tahu kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa mereka lama sekali?"

"Molla." jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP kesayangannya.

Aku memandang langit Seoul yang malam itu sangat indah.

"Kau suka bintang?"

"Mwo?"

"Apa kau suka bintang?"

"Tidak."

"Kyuhyun-ah Yoonhae-ah ayo masuk." Nyonya Cho tiba-tiba muncul dan meminta kami untuk bergabung dengan para orang tua.

"Duduklah." kata Tuan Cho setiba kami di ruang tamu.

Kami menurut. Tanpa banyak basa-basi aku duduk di sebelah omma dan Kyuhyun duduk berhadapan denganku di sebelah Nyonya Cho.

"Baiklah tidak perlu berlama-lama lagi." Tuan Cho, ayah Kyuhyun, memulai pembicaraan. "Kami memutuskan akan menikahkan kalian minggu depan."

(Kyuhyun & Yoonhae) "MWO??"

"Tapi appa..." kata Kyuhyun.

"Apa lagi yang kalian tunggu? Kalian saling mencintai kan?"

"Aniyo." kata Kyuhyun.

"Apa? Jadi kalian tidak benar-benar berpacaran?"

"Bukan...bukan seperti itu tapi..." aku membuka suara.

"Kami belum lulus kuliah appa." lanjut Kyuhun.

"Itu bukan masalah. Tidak ada kampus yang melarang mahasiswanya untuk menikah.

"Keundae appa... (tapi ayah...)"

"Semua sudah diputuskan. Kalian akan menikah minggu depan."



(Yoonhae P.O.V end)



***



(Author P.O.V)



Hari pernikahan Kyuhyun dan Yoonhae semakin dekat. Kedua orang tua mereka sibuk menyiapkan segala sesuatunya.  Sangat mudah untuk keluarga Cho mendapatkan semuanya dalam  waktu yang singkat. Gedung dan catering sudah dipesan. Undangan sudah disebar. Namun baju pengantin dan cincin pernikahan mereka belum juga siap.

"Kyu apakah baju pengantin & cincin pernikahan kalian sudah siap?" tanya Nyonya Cho.

"Ani." jawab putranya santai sambil tetap memainkan PSPnya.

"Mwo? Pernikahan kalian tinggal 3 hari lagi dan kalian belum menyiapkan baju pengantin dan cincin pernikahan? Igae mwoya Kyu?"

"Aku malas eomma. Eomma sajalah yang membeli baju pengantin dan cincinnya."

"Mwoya? Mana bisa begitu? Yang mau menikah itu kau Kyu bukan eomma."

"Tapi eomma yang memaksaku menikah."

"Haish kau ini keras kepala sekali."

Nyonya Cho mengeluarkan ponsel dari tasnya.

"Yeobseo."

"Oh yeobseo Nyonya Cho."

"Ani...ani...ani...panggil aku eomma Yoonhae-ah. Mulai hari ini kau harus memanggilku eomma. Arachi?"

"Ah ye....eomma."

"Ahh johta. Aku punya dua putri sekarang. Hahaha... Ah ya Yoonhae-ah apa kau sibuk hari ini?"

"Aniyo eomma. Kuliahku sudah selesai. Waeyo?"

"Geudaeyo? Keureom sebentar lagi Kyuhyun akan menjemputmu."

"Mwo? Aku menjemputnya? Sirheo eomma."

"Sst..diamlah Kyu. Tunggulah sebentar Yoonhae-ah. Kyuhyun akan segera menjemputmu."

"Ah ye eomma."

Nyonya Cho memasukkan lagi ponselnya ke dalam tasnya.

"Cepat berangkat sekarang juga ke kampusmu. Jemput calon istrimu lalu pergilah mencari gaun pengantin dan cincin. Ingat malam ini juga semuanya harus sudah siap." kata Nyonya Cho sambil merebut PSP yang sejak tadi dimainkan putranya itu.

"Ya eomma PSPku."

"Akan eomma kembalikan kalau kau sudah mendapatkan baju pengantin & cincin kalian."

"Haish!!" Kyuhyun mengacak-acak rambutnya lalu segera pergi meninggalkan eommanya yang sedang menunjukkan evil smilenya.



"Changmin-ah neo eoddiya? (Changmin-ah kau dimana?)" kata Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan dan tetap fokus mengemudi.

"Aku dirumah. Weirae Kyu? (Ada apa Kyu?)"

"Gantikan aku menjemput Yoonhae. Lalu bawa dia ke ke bridal butik untuk memilih gaun pengantin. Setelah itu ajak dia pergi ke toko perhiasan langganan keluargaku dan pilihkan cincin pernikahan untuk kami. Semua kuserahkan padamu. Kau tahu ukuran bajuku dan kurasa jari kita sama besarnya."

Klik.

"Mwo? Ya! Kyuhyun kenapa harus aku? Kyu? Yeobseo...yeobseo Kyu. Ya! Cho Kyuhyun!! Haish! Jinjja!"

Laki-laki itu terlihat begitu frustasi setelah menerima telepon dari sahabatnya. Ia mencoba menghubungi kembali sahabatnya itu. Tapi nihil. Nomor itu tidak bisa dihubungi.

"Ya! Cho Kyuhyun ini pernikahanmu kenapa aku yang harus mengurus semua itu??"

Laki-laki itu berteriak sendiri di dalam kamarnya.

"Changmin-ah weirae??" seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar laki-laki itu.

"Aniyo eomma. Aku harus pergi sekarang." kata laki-laki itu sambil mengambil jaket yang tergantung di belakang pintu kamarnya lalu pergi.

"Changmin-ah kau mau kemana?"

"Aku akan segera pulang eomma." katanya dari jauh.



Sementara itu Yoonhae masih belum meninggalkan kampusnya meskipun kelasnya selesai satu jam yang lalu. Dia sedang menunggu laki-laki yang saat ini tidak ingin dia temui. Ya sejak kejadian di Busan beberapa hari yang lalu Yoonhae sedikit menghindari Kyuhyun. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau Nyonya Cho mengirimkan laki-laki itu untuk menjemputnya. Lagi-lagi Yoonhae hanya bisa mengikuti permainan.

"Haish! Lama sekali setan bodoh itu menjemputku? Kalau bukan Nyonya Cho yang menyuruhku untuk menunggu setan itu menjemputku aku tidak sudi menunggunya seperti ini."

Din.. Din..

Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Yoonhae membutnya mengernyitkan alis.

"Mobil siapa ini?" Yoonhae mencoba melihat siapa pengemudi mobil itu. Lalu kaca mobil itu terbuka.

"Yoonhae-ah masuklah."

"Eo Changmin-ah. Ani. Aku sedang menunggu Kyuhyun."

"Kyuhyun tidak bisa menjemputmu. Dia menyuruhku menggantikannya. Ayo masuklah."

"Eo..begitukah?"

"Nae..ayo masuklah." Yoonhae pun masuk ke dalam mobil Changmin.

"Kyuhyun tidak bisa menjemputmu..."

"Baguslah. Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya."

"Eo? Wae? Kalian bertengkar?"

Yoonhae terdiam.

"Kalian seperti sepasang kekasih saja." kata Changmin sambil tersenyum.

"Apa maksudmu?"

"Ani. Kalian berdua cocok."

"Mworago?"

"Hihihi...Yoonhae-ah kau yakin akan menikah dengan Kyuhyun?"

"Menurutmu? Apa aku punya pilihan lain? Gara-gara kau aku harus menikah dengan setan bodoh itu."

"Mwo? Naega wae? (Apa? Kenapa aku?)"

"Tentu saja gara-gara kau. Kalau waktu itu kau tidak membawaku menemui dia hidupku pasti tidak akan begini."

"Jadi kau menyalahkanku? Aku juga tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini."

"Huff...sudahlah untuk saat ini aku memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku yakin akan ada jalan keluarnya nanti."

Changmin terdiam.

"Mau kemana kita?"

"Kyuhyun memintaku untuk menemanimu mencari baju pengantin dan cincin untuk kalian berdua."

"Mwo? Kenapa bukan dia sendiri yang pergi?"

"Nado molla. Kyuhyun hanya bilang begitu padaku."



[3 hari kemudian...]



(Author P.O.V)



"Cho Kyuhyun apakah kau bersedia menerima Kim Yoonhae sebagai istrimu. Mencintainya dalam keadaan suka dan duka?"

"Aku bersedia."

"Kim Yoonhae apakah kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu. Mencintainya dalam keadaan suka dan duka?"

"Aku..bersedia."

"Sekarang kalian berdua telah resmi menjadi suami istri. Cho Kyuhyun kau boleh mencium istrimu sekarang."



(Author P.O.V end)



(Yoonhae P.O.V)



Hari ini adalah hari pernikahan kami. Benar-benar bukan pernikahan impianku meskipun pernikahan ini begitu mewah. Hari ini aku akan mengucapkan janji nikah di altar, di depan Pendeta, di depan keluarga kami dan undangan dan di depan Tuhan. Maafkan aku Tuhan aku tidak bermaksud mempermainkan kesucian sebuah ikatan pernikahan tapi aku terpaksa menjalani ini.

"Kim Yoonhae apakah kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu. Mencintainya dalam keadaan suka dan duka?" aku tersentak karena mendengar namaku disebut.

"A..aku..bersedia."

"Sekarang kalian berdua telah resmi menjadi suami istri. Cho Kyuhyun kau boleh mencium istrimu sekarang." kata Pendeta.

"Mwo? Cium? Bodohnya aku. Aku lupa kalau sepasang pengantin harus berciuman setelah mereka mengucap janji nikah mereka. Dan itu artinya..."

Kyuhyun menoleh kepadaku lalu ia memegang kedua lenganku dan menghadapkanku padanya.

"Cho Kyuhyun kau akan mati kalau kau berani menciumku." gertakku dengan suara sangat pelan.

"Kita lakukan saja atau semua orang akan curiga pada kita." katanya dengan suara yg pelan juga.

"Haish!" aku hanya bisa mengutuknya dalam hati. Kyuhyun menangkupkan tangannya diwajahku lalu mengangkat daguku mendekatkan wajahnya padaku. Semakin dekat dan dekat. Aku memejamkan mataku ketika kurasa hidungnya telah menyentuh hidungku. Kututup bibirku rapat-rapat ketika bibirnya menyapu bibirku. Satu detik...dua detik...tiga detik... Bibir laki-laki ini lembut. Dan ciumannya juga sangat lembut. Ahh...apa yang kau pikirkan Yoonhae-ah? Ingatlah, laki-laki yang berdiri di depanmu dengan tuxedo putih itu telah mengacaukan hidupmu. Segera kulepas ciumannya dan sedikit menjauh darinya. Kudengar suara tepuk tangan yang riuh dari orang-orang yang ada di gereja ini. Semua berdiri memandang aku dan Kyuhyun yang berada di altar. Mereka semua tersenyum bahagia. Tidak tahukah mereka bahwa mereka bahagia di atas penderitaanku?


***



-Yoonhae P.O.V-



Mulai hari ini aku akan tinggal di rumah Kyuhyun. Ya. Aku memang telah resmi menjadi istri seorang Cho Kyuhyun dan itu sama sekali tidak pernah kubayangkan.

"Aigoo mimpi apa aku sampai-sampai aku harus menjadi istrimu Cho Kyuhyun?"

"Kau pikir aku mau jadi suamimu?"

"Lalu kenapa kau menikahiku?!"

"Itu...itu..."

"Lihat, kau tidak bisa menjawab kan? Ya, jangan-jangan sebenarnya kau mencintaiku? Katakan saja Cho Kyuhyun."

"Mwo? Aku mencintaimu? Jangan bermimpi Kim Yoonhae. Aku  menikahimu karena itu keinginan orang tua kita. Aku bisa saja menolak pernikahan ini sama seperti ketika aku menolak perjodohan-perjodohan itu dulu."

"Lalu kenapa kau tidak menolaknya dan malah membiarkanku terlibat dalam masalahmu seperti ini?"

Kyuhyun terdiam. Ia lalu duduk di sofa yang ada di dekat kami.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu."

"Hahh kau benar-benar menyusahkanku Cho Kyuhyun."

Aku frustasi menyadari kenyataan bahwa aku akan hidup bersama setan bodoh yang baru saja kukenal. Kuambil segelas air dari kulkas untuk membasahi kerongkonganku yang terasa kering.

"Ah matta. (Ah benar)."

Aku segera menghampiri Kyuhyun yang sedang tiduran di sofa di ruang tamu.

"Cho Kyuhyun bangun kau." aku memanggil nama laki-laki itu.

Tidak ada respon.

"Cho Kyuhyun bangun kau!" aku menggoyang-goyangkan badannya.

"Haish! Aku lelah aku ingin tidur."

"Ada yang harus kita lakukan sebelum kau tidur."

"Mwondae? (Apa itu?) Jangan bilang kau mau melakukannya malam ini. Besok saja Yoonhae-ah aku lelah, aku ngantuk."

PLETAK...

"Yak! Appo! Kenapa kau memukul kepalaku huh?" Kyuhyun bangun dari tidurnya karena jitakanku yang kurasa cukup keras.

"Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal-hal aneh padaku Cho Kyuhyun."

Kyuhyun mengusap-usap kepalanya yang kujitak tadi.

"Lalu kau mau apa?"

"Kita harus membuat perjanjian."



-Yoonhae P.O.V end-



***



-Author P.O.V-



Malam sudah semakin larut tapi Yoonhae belum juga bisa memejamkan mata. Sedari tadi gadis itu hanya bergulang-guling di tempat tidurnya. Yoonhae keluar kamar. Gadis itu berjalan melewati kamar Kyuhyun menuju ke balkon. Ya, mereka berdua memang tidur terpisah sesuai perjanjian yang baru saja mereka buat. Dibukanya pintu menuju balkon lalu ia duduk disana. Gadis itu membiarkan angin malam Seoul yang cukup dingin menerpa tubuhnya yang hanya tertutup jaket tipis. Ia termenung. Dia memikirkan tentang kehidupannya. Tentang masa depannya. Dan tentang kebahagiaannya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Eh Kyu..kau terbangun?

Suara laki-laki itu mengagetkannya.

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" laki-laki itu duduk disampingnya. Seketika itu juga Yoonhae merasakan tubuhnya sedikit menghangat. Panas tubuh laki-laki itu tersalurkan ke tubuhnya lewat lengan mereka yang tidak sengaja bersentuhan.

"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."

"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini. Masuklah. Aku tak ingin kau sakit."

Apakah laki-laki itu mengkhawatirkannya?

"Aku tidak ingin repot karena harus mengurusmu kalau kau sakit."

Ahh tidak. Laki-laki itu hanya tidak ingin dirinya direpotkan.

"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."

"Terserah kau sajalah."

Dan laki-laki itu pun pergi.



-Author P.O.V end-



-Kyuhyun P.O.V-



Aku menggeliat pelan. Udara malam ini cukup dingin. Aku menarik selimutku lebih ke atas hingga menutup leherku. Tapi kemudian aku terbangun lagi.

"Ahh aku haus."

Aku bangun dari tidurku hendak mengambil minum di dapur. Saat baru keluar dari kamar aku merasakan hembusan angin yang cukup kencang dari arah balkon. Pintu menuju balkon terbuka lebar? Seingatku aku sudah menutupnya sebelum tidur tadi. Aku berjalan ke balkon hendak menutup pintu itu. Tapi kulihat seseorang sedang duduk disana.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Eh Kyu..kau terbangun?"

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" aku duduk disamping Yoonhae. Tanpa sengaja lengan kananku bersentuhan dengan lengan kirinya. Dingin. Kulitnya dingin. Mungkin itu karena angin malam yang cukup dingin ini.

"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."

"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini. Masuklah. Aku tak ingin kau sakit. Aku tidak ingin repot karena harus mengurusmu kalau kau sakit."

Yoonhae tetap bergeming.

"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."

"Terserah kau sajalah."



-Kyuhyun P.O.V end-



-Yoonhae P.O.V-



Aku selalu membayangkan pernikahanku adalah sesuatu yang hanya akan kujalani sekali seumur hidupku dengan laki-laki yang kucintai dan mencintaiku. Tapi kenyataannya aku menikah dengan orang asing yang baru saja kukenal dan pernikahan ini pun tanpa cinta. Huff...aku tidak pernah membayangkan hidupku akan seperti ini. Dia benar-benar telah merusak segalanya. Cho Kyuhyun telah merenggut impianku. Dia juga sudah merebut ciuman pertamaku. Hiks... Tanpa kusadari air mataku jatuh menyusuri pipiku. Aku benci dia! Aku benci Cho Kyuhyun!

"Apa yang kau lakukan disini?"

Segera kuhapus air mataku saat menyadari orang yang sedang ada dipikiranku kini ada di belakangku.

"Eh Kyu..kau terbangun?

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" tanya Kyuhyun sambil duduk disampingku. Lengan kami tidak sengaja bersentuhan dan entah kenapa itu memberi sensasi tersendiri ditubuhku.

"A..Ani. Aku hanya mencari angin segar."

"Angin segar? Kau bisa sakit kalau terlalu lama disini. Masuklah. Aku tak ingin kau sakit."

"....."

"Aku tidak ingin repot karena harus mengurusmu kalau kau sakit."

"Kau tidur saja dulu. Aku masih ingin disini."

"Terserah kau sajalah."



-Yoonhae P.O.V end-



***



-Author P.O.V-



"Hoaaamh." Kyuhyun baru saja bangun dari tidurnya. Dengan wajah kusut dia keluar dari kamar menuju dapur. Diambilnya segelas air untuk membasahi kerongkongannya.

"Ahh aku lapar." katanya sambil membuka kulkas. Kosong.

"Eh dimana Yoonhae?" Kyuhyun sepertinya tersadar kalau dia sekarang sudah memiliki seorang istri. Meskipun dia hanya istri hitam diatas putih. Dia berjalan ke kamar Yoonhae. Diputarnya knop pintu kamar itu. Tidak dikunci. Kyuhyun melangkah masuk dengan perlahan. Gadis itu masih tidur dengan pulasnya.

"Ya! Yoonhae-ah...aku lapar tapi tidak ada yang bisa kumakan di kulkas." katanya sambil menarik-narik selimut yang menutupi tubuh gadis itu. Dia hanya menggeliat.

"Ya! Istri macam apa kau? Lihat, suamimu sudah bangun dan kau masih tidur dengan pulasnya."

"Aku bukan istrimu Cho Kyuhyun."

"Ya! Apa kau lupa kemarin kita mengucapkan janji nikah di depan altar?"

"Di depan orang lain aku memang istrimu tapi di rumah aku bukan istrimu apalagi pembantumu. Kau harus ingat perjanjian kita. Kau tidak boleh menyuruhku melakukan ini-itu seolah-olah aku ini benar-benar istrimu."

"Haish! Terserah kau sajalah."

Kyuhyun pun keluar dari kamar Yoonhae dengan wajah ditekuk. Dia berjalan ke dapur dan membuat ramen sendiri untuk sarapannya.

"Yoonhae-ah apa rencanamu hari ini?" tanya Kyuhyun disela-sela makannya pada Yoonhae yang baru saja keluar dari kamarnya.

"Hari ini? Molla. Mungkin aku akan mengajak Chaerim pergi saja."

"Kau mau pergi kemana dengan temanmu itu?"

"Kau tidak perlu tahu aku pergi kemana."

"Haish! Kau ini."



-Author P.O.V end-



-Yoonhae P.O.V-



Aku sedang menunggu sahabatku Chaerim di sebuah cafe. Sudah seminggu ini aku tidak bertemu dengannya karena aku sibuk menyiapkan pernikahan terkutuk ini..

"Chaerim-ah.." aku melambaikan tangan pada sahabatku yang baru saja datang.

"Kyaaa Yoonhae-ah bogoshippo." Chaerim memelukku erat saat kami bertemu.

"Nado bogoshippo Chaerim-ah. Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik-baik saja Yoon-ah. Kau sendiri bagaimana? Ya, ceritakan padaku bagaimana rasanya menjadi seorang istri."

"Tidak tahu. Aku tidak merasa aku ini seorang istri."

"Apa maksudmu Yoon-ah? Apa Kyuhyun mengacuhkanmu?"

"Aniyo. Aku yang mengacuhkannya."

"Mwo? Wae Yoon-ah bukankah dia suamimu?"

"Aku tidak merasa dia itu suamiku karena aku tidak pernah menginginkannya."

"Tapi kalian tinggal bersama kan?"

"Nae. Kita tinggal bersama di apartemen Kyuhyun tapi itu hanya untuk menyenangkan hati kedua orang tua kami. Kau tahu kan mereka sangat menginginkan pernikahan ini? Tapi tidak denganku. Hahh...entah kenapa nasibku jadi begini."

"Sabarlah Yoon-ah...mungkin kau dan Kyuhyun memang berjodoh sebenarnya."

"Ya! Mworago Chaerim-ah? (Apa yang kau bilang Chaerim-ah?) Berjodoh dengannya? Aku harap tidak. Dia hanya bisa merusak hidupku."

"Kau jangan terlalu membencinya  begitu Yoon-ah. Kau pernah dengar kan kalau benci yang terlalu besar nantinya akan berubah menjadi cinta."

"Ahh sirheo. Jinjja sirheo. Sudahlah jangan bicarakan ini lagi. Lagipula pernikahanku juga akan segera berakhir."

"Mwo? Apa maksudmu Yoon-ah?"

"Aku dan Kyuhyun sepakat akan bercerai setelah 3 bulan. Dan setelah itu hidupku akan kembali normal." aku tersenyum membayangkan hidupku yang akan segera kudapatkan lagi.



-Yoonhae P.O.V End-



-Author P.O.V-



"Ya! Mati kau! Mati kau! Ya!" teriak Kyuhyun .

"Aigoo! Omo! Omo!" kata Changmin.

Mereka berdua sedang asyik bermain game terbaru di apartemen Changmin.

"Yaaaa! Hahahahaha..." Kyuhyun tertawa puas atas kemenangannya.

"Haisshh!! Lain kali aku akan mengalahkanmu Kyu." kata Changmin dengan wajah frustasi. Kyuhyun telah mengalahkannya 7 kali hari ini.

"Coba saja. Kau sudah beberapa kali mengatakan hal itu tapi kau tidak pernah membuktikannya padaku."

"Tunggu saja."

Changmin beranjak dari depan televisi lalu mengambil minum di dapur.

"Ngomong-ngomong kau tidak pulang Kyu?"

"Kau mengusirku?"

"Aniyo. Bukan itu maksudku. Kau punya istri sekarang jadi tidak seharusnya kau berada dirumahku seharian sementara istrimu menunggumu di rumah."

"Kau tak perlu mengajariku. Aku tahu apa yang aku lakukan. Lagipula Yoonhae juga tidak ada di rumah."

"Oh...kemana dia?"

"Entahlah."

"Mwo? Kau tidak tahu istrimu pergi kemana? Aigoo..."

"Sebentar lagi dia tidak lagi menjadi istriku."

"Mworago?"

"Kami akan bercerai 3 bulan lagi."

"Mwo?"



-Author P.O.V-

~00~~00~~00~

1 comment:

  1. Berharap banget kyuhyun ngeluarin jurus romantisnya, eh cm dikit2. Nanggung nih neng author, I need more... yg bs bikin senyum2 geje gt lho :D

    ReplyDelete